Mitologi Dan Kisah Cinta Dibalik Festival Holi India

Festival Holi India

Festival Holi India – Jika kalian penggemar film film bollywood ataupun video klip musik India  dari situs sbobetmobile, tentu sudah tidak asing lagi dengan adegan yang memperlihatkan sekelompok orang berkumpul, bernyanyi,menari, sambil saling melemparkan air dan serbuk berwarna bukan ? Adegan ini ternyata menggambarkan salah satu perayaan mereka yang bernama Holi.

 

Holi semakin populer di mata dunia setelah beragam merk ternama seperti Sony dan Canon membuat iklan untuk produk mereka dengan menampilkan kemeriahan salah satu festival Hindu ini. Bahkan perayaan ini juga hadir di salah satu video klip band Cosplay yang bertajuk “Hymn for the Weekend.”

Menurut informasi yang beredar , ternyata di balik kemeriahan perayaan Holi ini terdapat cerita mitologi hingga kisah cinta. Penasaran ? Yuk langsung saja kita simak informasinya berikut ini.

Makna Festival Holi

Holi sebenarnya merupakan festival Hindu yang menandai awal musim semi yang dirayakan di seluruh India. Holi adalah festival kuno yang terinspirasi dari sebuah puisi yang disusun pada abad ke-4. Perayaan ini dikisahkan secara detail dalam sebuah drama Sanskerta pada abad ke-7 bertajuk “Ratnavali”, yang ditulis oleh kaisar India , Harsha.

Perayaan Holi memang selalu terlihat mewah. Dalam perayaannya , para anak anak diperbolehkan memercikkan air kepada orang tua, wanita dapat Slot Online Paling Gacor menaburkan serbuk warna kepada para pria. Saat festival berlangsung semua orang berbaur dalam kebahagiaan dan tak lagi membedakan usia maupun kasta. Di malam harinya , para masyarakat India akan mengunjungi teman dan keluarga.

Holi telah ditetapkan sebagai libur nasional dan biasanya jatuh pada bulan Maret. Festival ini biasanya berlangsung sehari sebelum hari libur nasional di negara-negara bagian timur seperti Bengal Barat dan Odisha. Kemudian di beberapa negara bagian utara seperti Uttar Pradesh, perayaan berlangsung lebih dari seminggu.

Mitologi Festival Holi

Akar dari festival ini terletak pada legenda Hindu Holika, iblis perempuan, dan saudara perempuan iblis, Raja Hiranyakashayap.

Hiranyakashayap percaya bahwa dia adalah penguasa alam semesta dan lebih unggul dari semua dewa. Namun putranya, Prahlad, merupakan pengikut dewa Wisnu, pemelihara dan pelindung alam semesta.

Keputusan Prahlad untuk tak sependapat dengan ayahnya membuatnya harus meninggalkan Hiranyakashayap. Tak disangka, Hiranyakashayap mengutus Holika untuk membunuh Prahlad. Holika akan membawa Prahald ke api bersamanya. Hiranyakashayap berfikir Holika akan selamat karena Ia kebal terhadap api, sedangkan Prahald akan terbakar.

Namun rencana itu gagal. Prahlad berhasil diselamatkan oleh Wisnu dan Holika meninggal karena dia hanya kebal terhadap api jika dia sendirian. Setelahnya , Wisnu membunuh Hiranyakashayap dan mengangkat Prahlad menjadi raja. Nilai moral dari cerita ini adalah bahwa kebaikan akan selalu menang atas kejahatan.

Kisah Cinta Festival Holi

Perayaan festival Holi yang saling melempar bubuk dan air berwarna diyakini berasal dari kisah cinta mitologis Radha dan Krishna.

Krishna adalah dewa Hindu yang digambarkan seseorang dengan kulit biru tua. Menurut kisah itu, Krishna digambarkan kerap mengeluh kepada sang Ibu mengenai warna kulitnya yang tak secantik warna kulit Radha.

Untuk menghibur kesedihan putranya tersebut , ibunda Krishna menyarankan agar Radha mengolesi kulitnya dengan cat agar menyerupai Krishna. Dari kisah ini diyakini bahwa kebiasaan masyarakat India mengolesi kulit orang yang dicintai dengan serbuk warna berasal.